Kementerian BUMN Pastikan Produksi Gula PTPN Berkualitas

Dipublikasikan 30 July 2019 14:00:00
237 kali

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) optimistis pabrik yang beroperasi di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) mampu memproduksi gula berkualitas dalam jumlah besar untuk memenuhi kebu tuhan masyarakat. 


Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro, mengatakan, saat ini pabrik gula di PTPN terus menggenjot jumlah produksi agar mampu mencatatkan harga jual yang baik di pasaran. Menurut dia, pabrik gula BUMN bisa dan mampu melakukan pengolahan gula mentah (raw sugar) menjadi gula kristal putih. Wahyu mengatakan, beberapa pabrik gula yang kapasitas gilingnya mumpuni sangat siap untuk mengolah raw sugar. “Kemampuan pabrik-pabrik ini sudah dilakukan perhitungan oleh lembaga yang independen tentang kemampuan pabrik-pabrik tersebut,” ujarnya ke pada media di Jakarta, kemarin. 


Dia juga menyatakan kemampuan produksi pabrik-pabrik menjadi perhatian utama. Hal itu karena berkaca dari tahun lalu, harga gula petani sangat rendah. Menurut Wahyu, harga lelang terbentuk jauh di bawah harga pokok penjualan (HPP) yang diusulkan atau diharapkan petani. Wahyu menjelaskan, saat itu pemerintah mengambil kebijakan, semua gula petani dibeli oleh Bulog dengan harga disepakati sebesar Rp9.700 net. Namun, karena petani harus menerima harga tersebut dengan nominal bersih, maka Bulog harus membeli Rp10.000/kilo gram (kg) yang sudah termasuk pajak. Untuk itulah agar hal serupa tak terjadi tahun ini, pemerintah menyarankan tahun giling 2019 menggunakan sistem beli tebu petani. 

“Artinya tidak ada lagi sistem bagi hasil gula. Ini bertujuan meng hilangkan di kotomi adanya gula milik petani dan gula milik pabrik,” kata dia. Menurutnya, dugaan sementara mengindikasikan harga gula tani yang rendah juga terjadi karena adanya permainan dalam impor gula mentah. Kebijakan impor sendiri sejauh ini masih di luar domain Kementerian BUMN. Menurut Wahyu, diduga jumlah raw sugar impor untuk dunia industri melebihi kebutuhan yang sesungguhnya. “Sehingga gula untuk industri tersebut merembes ke pasar gula konsumsi, ketika menjadi gula rumah tangga, harganya pun sulit disaingi oleh gula dengan bahan baku dari petani,” ujar dia.


Direktur Utama PTPN III Holding Dolly Pulungan mengungkapkan, gula mentah yang diperlukan untuk memenuhi masa giling 2019 mencapai 525.000 ton. Dolly menyebut, PTPN III akan mengikuti instruksi pemerintah dalam penggunaan gula mentah yang dibutuhkan. Menurut dia, untuk mengisi margin yang masih kosong, gula mentah lokal atau pun impor bukan menjadi masalah. “Itu nanti akan ditentukan Menteri Perdagangan, kami siap saja karena yang penting produksi gula kami tetap bisa ikut menjaga harga gula stabil di pasaran dan juga PTPN III bisa mendapatkan keuntungan untuk melanjutkan produksi gula,” katanya.

Konten Terkait :